Cara Budidaya Kelapa Sawit

budidaya kelapa sawit

Kelapa sawit memang merupakan komoditas perkebunan yang sangat menggiurkan. Komoditas ini mampu memberikan keuntungan yang cukup besar. Namun, belum banyak orang yang benar-benar paham tentang teknik budidaya kelapa sawit yang benar.

Simak selengkapnya di artikel ini!

Baca Juga : Cara Mencegah Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kelapa Sawit

Pemilihan Bibit Kelapa Sawit

budidaya sawit

Pemilihan bibit merupakan hal dasar yang harus dipahami untuk menentukan keberhasilan budidaya kelapa sawit. Karenanya, Anda harus mengetahui cara menentukan bibit berkualitas yang akan digunakan di lahan Anda. Pemilihan bibit harus memerhatikan kriteria berikut ini.

Bentuk Tunas

Bibit kelapa sawit yang bagus memiliki mata tunas yang berwarna putih bersih. Jangan pernah memilih bibit yang cacat dengan warna tunas cokelat kehitaman, layu dan terlihat berjamur.

Tempurung Bibit Sawit

Bagian ini seringkali kurang diperhatikan karena letaknya di bawah. Meskpun begitu, kualitas bibit sawit juga dapat dilihat dari tempurungnya. Bibit sawit yang bagus memiliki tempurung berwarna hitam gelap, bebas serabut, bebas noda jamur, dan tidak ada retakan.

Bentuk Anak Daun

Bentuk anak daun juga menjadi kriteria pemilihan bibit yang baik. Selalu pastikan bahwa bibit yang akan Anda pilih memiliki bentuk anak daun yang normal. Bentuk normal biasanya adalah daun melebar, tidak kusut, tidak pucat, dan tidak menggulung.

Akar Bibit

 Pemilihan bibit sawit juga dapat dilakukan dengan melihat akarnya. Akar bibit sawit yang baik adalah yang memiliki panjang tidak lebih dari 2 hingga 3 cm. Panjang akar menunjukkan usia bibit. Pastikan panjang akar yang baik agar bibit tidak terlalu tua atau terlalu muda. Selalu pastikan akar pada bibit kelapa sawit memiliki tudung (tidak terbuka langsung) untuk meningkatkan kualitas budidaya.

Warna Radikula

Bibit sawit yang baik memiliki radikula atau bakal akar yang berwarna kuning kehijauan. Calon batang dan calon daunnya juga harus bersih dan mengkilat. Apabila pucat, sebaiknya jangan dipilih karena dapat menyebabkan kerugian.

Batang Bawah Bibit

Bagian ini adalah kunci untuk mendapatkan bibit unggul. Yang pertama, pastikan bibit kelapa sawit Anda tampak gemuk dan pendek. Jangan pernah memilih bibit yang batang bawahnya terlihat kurus dan juga tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa bibit yang Anda pilih kurang subur dan penyerapan nutrisinya juga kurang baik.

Metode Pembibitan Kelapa Sawit

Pembibitan kelapa sawit dapat dilakukan dengan metode single stage atau metode double stage. Metode single stage dilakukan dengan menanam langsung bibit pada bag berukuran 40 cm x 50 cm dengan tebal sekitas 0.2 mm. Setelah 3 bulan, bibit diletakkan dengan jarak tanam 90 cm x 90 cm x 90 cm. Metode double step dilakukan dengan pembibitan di pre-nursery kemudian dilanjutkan dengan main-nursery. Pre-nursery dilakukan selama 3 bulan sedangkan main-nursery dilakukan selama 9 bulan.

Pemeliharaan Kelapa Sawit

Setelah melakukan pembibitan, pemeliharaan tanaman perlu dilakukan. Berikut adalah rangkuman proses pemeliharaan yang baik dan benar untuk tanaman kelapa sawit.

Penyiraman

Penyiraman perlu dilakukan agar tanaman dapat tumbuh. Sebaiknya penyiraman dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari. Apabila musim hujan, penyiraman cukup dilakukan sekal.

Penyiangan

Penyiangan bertujuan untuk menghilangkan gulma yang tumbuh. Anda dapat menyiangi gulma dengan cara dicabut menggunakan tangan atau bantuan cangkul. Selain itu, anda juga dapat menggunakan bioherbisida dengan cara disemprot. Penyiangan sebaiknya dilakukan sebanyak 2 hingga 3 kali dalam sebulan. Atau dapat juga disesuaikan dengan laju pertumbuhan gulma di wilayah anda.

Pemupukan

Pemupukan merupakan kunci untuk mendapatkan buah yang optimal. Pemupukan dapat dilakukan dengan metode tebar dan metode benam. Metode tebar dilakukan dengan menebarkan pupuk pada pinggir piringan. Metode benam dilakukan dengan memberikan pupuk pada 4 hingga 6 lubang di sekeliling tanaman. Kemudian, lubang ditutup agar pupuk dapat meresap ke tanah. Dosis pemupukan juga harus disesuaikan dengan kondisi lahan dan tanaman. Pemupukan dengan dosis yang tepat dapat memberikan hasil yang optimal.

Pengendalian Hama

Hama sudah menjadi musuh alami bagi kelapa sawit. Serangan hama dapat menjadi ancaman berbahaya. Hama akan terus berkembang biak hingga menguasai seluruh lahan. Pengendalian hama perlu dilakukan agar produktivitas tanaman tidak menurun. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama. Pertama, menggunakan musuh alami hama. Memelihara musuh alami akan menurunkan populasi hama. Selain itu, cara yang dapat dilakukan adalah dengan membuat perangkap feromon. perangkap feromon akan bekerja efektif untuk mengendalikan serangan hama.

Baca Juga: Hama pada Tanaman Kelapa Sawit

Pemanenan Kelapa Sawit

Pemanenan kelapa sawit dilakukan dengan beberapa tahap. Pertama, periksa apakah ada buah yang jatuh di piringan. Jumlah buah yang terjatuh secara alami menunjukkan kelapa sawit siap dipanen atau tidak. Untuk pemanenan, dilakukan dengan bantuan egrek atau dodos. Dodos digunakan untuk pohon rendah sedangkan egrek digunakan untuk poho tinggi. Untuk pohon tinggi, potong pelepah terlebih dahulu untuk mempermudah pemanenan. Buah yang sudah dipanen kemudian dikumpulkan di satu tempat. Kemudian, buah siap dibawa ke pabrik kelapa sawit dengan truk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *