CARA GAMPANG NANGKAP KUMBANG ALA JEPANG

Apa itu Suteki 90?

Suteki 90 merupakan feromon untuk mengendalikan serangan kumbang pada perkebunan sawit. Suteki dapat digunakan untuk monitoring sekaligus mengurangi populasi kumbang.

Penggunaan Feromon SUTEKI tidak akan menambah biaya  pengendalian secara signifikan karena penggunaan feromon SUTEKI  akan mengurangi penggunaan insektisida sehingga biaya pembelian  insektisida akan berkurang.

 

Supported by:

unnamed

Kementan RI

logo

CV Nusagri

2019-01-01_091233

PT Sanitas

0

Shin etsu co ltd

Feromon Sawit, Feromon, Sawit, Hosaku 90, Suteki
Feromon Sawit, Feromon, Sawit, Hosaku 90, Suteki
Feromon Sawit, Feromon, Sawit, Hosaku 90, Suteki
Mitos Fakta
Penggunaan Feromon dapat mengundang kumbang datang sehingga akan menambah populasi kumbang dan meningkatkan serangan Penggunaan Feromon SUTEKI secara tepat akan mengurangi populasi kumbang secara perlahan tapi pasti sehingga tingkat serangan akan berkurang
Feromon hanya dapat digunakan untuk monitoring hama bukan untuk pengendalian hama Feromon SUTEKI dapat digunakan untuk monitoring sekaligus untuk mengendalikan kumbang dengan cara mengurangi populasi kumbang
Penggunaan Feromon dapat menggantikan penggunaan Insektisida sehingga tidak perlu lagi menggunakan Insektisida Penggunaan Feromon SUTEKI yang dipadukan dengan penggunaan Insektisida secara tepat dapat mengendalikan kumbang lebih baik dibandinggkan hanya menggunakan salah satunya saja
Pengendalian kumbang dengan menggunakan Feromon hasilnya tidak lebih baik dibandingkan dengan pengendalian kumbang menggunakan Insektisida Semua cara pengendalian kumbang tidak ada yang sempurna, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pengendalian kumbang dengan mengkombinasikan pengendalian dengan menggunakan Feromon dan Insektisida akan menghasilkan hasil yang lebih baik

Manfaat dan Keunggulan

Menangkap kumbang jantan dan kumbang betina sehingga akan menurunkan populasi kumbang secara signifikan sehingga akan menurunkan tingkat serangan

Kualitas terjamin karena diproduksi oleh perusahaan Jepang yang sangat berpengalaman memproduksi feromon (Menguasai 80% pangsa pasar Feromon dunia)

Memiliki daya tahan/daya tangkap yang lebih lama (3 bulan) dibandingkan dengan feromon yang sudah ada. Dengan demikian mampu menangkap/mengendalikan lebih lama sehingga jumlah kumbang yang ditangkap lebih banyak

Mudah dan praktis penggunaannya serta aman terhadap musuh alami dan ramah lingkungan

Mengendalikan kumbang sejak dini, sehingga akan mengurangi resiko kerusakan tanaman sejak dini dan dapat menghemat penggunaan insektisida