Fakta Menarik Kelapa Sawit Indonesia

  • by

Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan yang memiliki banyak manfaat. Tanaman beriklim tropis ini dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti minyak nabati, biodiesel, obat-obatan, industri sabun, dll.

Di Indonesia, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas pertanian utama yang dapat meningkatkan devisa negara. Menurut data GAPKI, Indonesia menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia pada tahun 2016 dengan produksi tahunan sebesar 34 ton. Membahas sawit tidak lepas dari banyaknya fakta menarik, keunikan dan keunggulan produknya.

Jika kelapa sawit disebut sebagai “pohon yang luar biasa”, hal tersebut benar, namun telah membawa banyak manfaat bagi sektor perekonomian Indonesia serta masyarakat dan pelaku usaha yang berkecimpung di industri penanaman.

Berikut beberapa fakta menarik tentang kelapa sawit:

Pertama, Indonesia memiliki perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia dan telah mengembangkan lebih dari 700 perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia. Luas total kelapa sawit sekitar 14,68 juta hektar, dimana 40% -nya dimiliki oleh petani kecil. Berdasarkan data Kementerian Pertanian tahun 2017, potensi pengembangan kelapa sawit adalah 35 juta ton (Crude Palm Oil), 146 juta ton TBS dan 26,3 juta ton TBK. Sebagian besar produk minyak sawit Indonesia diekspor, menghasilkan lebih dari 20 miliar dolar AS setiap tahun.

Kedua, produksi minyak sawit nasional sebesar 31,07 juta ton pada tahun 2015 dan 31,73 ton pada tahun 2016, dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2019, produksi minyak sawit nasional mencapai 42,87 juta ton. Setelah produksi sawit nasional meningkat, produksi biodiesel berbasis sawit nasional meningkat. Pada tahun 2016, 2017, 2018 dan 2019, produksi biodiesel berbasis kelapa sawit nasional sebesar 3,65 juta kiloliter, 3,41 juta kiloliter, 6,16 juta kiloliter, dan 8,37 juta kiloliter.

Ketiga, kelapa sawit bukanlah penyebab deforestasi. Konvensi hutan perawan untuk penggunaan lain dimulai sebelum perluasan perkebunan kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit tumbuh dan menempati lahan terdegradasi. Menariknya, sawit justru mengubah lahan terdegradasi menjadi area produksi. Hanya sekitar 3% perkebunan kelapa sawit yang langsung dikonversi dari hutan produksi.

Saat ini pemanfaatan minyak sawit sebagai sumber bahan bakar nabati telah mencapai tahap penerapan B30 yang akan berlaku mulai Januari 2020. Pemerintah berharap pengembangan BBN berbasis kelapa sawit terus memberikan manfaat ekonomi bagi banyak sektor, dan tentunya petani atau masyarakat pengelola perkebunan sawit. Adapun manfaat penerapan rencana biodiesel berbasis sawit yang telah dilaksanakan adalah menghemat devisa, menyerap tenaga kerja (petani sawit), meningkatkan nilai tambah CPO dalam biodiesel, menurunkan emisi GRS dan meningkatkan konsumsi biodiesel dalam negeri.

Terima kasih telah membaca artikel Feromonsawit.com. Simak terus website Feromonsawit.com untuk mendapatkan informasi seputar hama kumbang tanduk kelapa sawit. Feromonsawit.com juga menyediakan feromon seks Suteki 90 untuk menangkap kumbang tanduk sebelum menyerang tanaman kelapa sawit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *